Belum separuh tujuan aku berjalan tapi seakan untuk berdiri saja rasanya tak sanggup lagi. Hal yang sendu, hal yang membawa lamunan, antara harapan dan penyesalan yang semakin samar oleh kenangan.
Terik sang surya, panasnya makin membakar kehati yang semakin kering ini, ia seperti dahaga dalam kegersangan dan selalu menantikan rintik hujan menyiram.
Hati, aku coba menyusuri kedalamnya, mencari tau apa sebenarnya yang sedang terjadi disana. Dan yang kutemukan, kelam. Sejuta resah menumpuk didalamnya, disudut yang gelap aku dapati secercah cahaya putih yang semakin tenggelam oleh debu-debu kemunafikan dan keangkuhan.
Aku berfikir, apakah putih itu mampu bertahan disana? sedangkan setiap saat debu-debu hitam itu terus berkembang biak dan menggerogotinya.
Aku kembali menoleh, disudut yang gelap itu kulihat si putih meronta-ronta didalam cengkeraman lumpur hitam yang semakin menggunung, sayup-sayup kudengar suaranya.. "tolong.., selamatkan aku...".
Memang semuanya begini dan harus begini, kini aku hanya berjalan, hanya meneruskan langkah yang aku sendiri tidak pasti apakah aku menginginkannya. Tapi karena ini semua adalah jalan, maka apapun warnanya harus tetap dilalui.
Ditengah jalan kadang aku menemukan berbagai lelucon yang membuat aku terpingkal-pingkal, tak jarang pula aku harus berhenti dan duduk sejenak karena jalan ini terlalu berbatu dan melelahklan untukku.
Terkadang ada suatu kekuatan yang mendorong ku untuk mendustakan nurani ku sendiri, seakan aku tak berdaya untuk komplen, seperti spiderman yang dirasuki spiderblacknya(ga tahu nama aslinya hehe).
Mungkin Anda mengira-ngira apa sebenarnya yang sedang kutulis ini? Tidak usah dikira, karena ini hanya tulisan yang tidak perlu dikira, semuanya hanya mengikuti jari-jemari dan sesuatu didalam kepala ini yang mengganjal, aku tak temukan judul yang tepat untuk tulisan ini.
Home »Unlabelled » (tanpa judul)
(tanpa judul)
05.43 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar